Pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 M atau yang bertepatan dengan tanggal 13 Dzul Hijjah 1439 H. Keluarga Besar Rumah Sakit Islam “Sultan Hadlirin” Jepara menyelenggarakan kegiatan Kurban. Tahun ini kurban berupa 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Kegiatan kurban ini merupakan salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperingati peristiwa ketika Nabi Ibrahim bersedia menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail untuk Allah. Tiba-tiba Nabi Ismail yang hendak disembelih diganti Allah dengan seekor domba. Karena

kejadian tersebut orang-orang Islam memperingatinya setiap tanggal 10 Dzul Hijjah (Idul Adha), 11, 12, dan 13 Dzul Hijjah (Hari Tasyrik). Anjuran untuk berkorban telah dijelaskan oleh Allah dalam Alquran Surat Al-kaustar ayat 1-3, yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah (sebagai ibadah dan mendekatakan diri kepada Allah), Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”(Q.S. Al-Kaustar:1-3).

Bertempat di halaman belakang Rumah Sakit, hewan kurban disembelih oleh Ustadz Umar Said (Tim BINROH) dengan dibantu para panitia dengan disaksikan oleh para donatur yang hadir membersamai panitia pagi itu. Selanjutnya daging kurban dibagikan kepada karyawan dan masyarakat sekitar rumah sakit. Kegiatan yang dimulai sejak jam 07.00 hingga 13.00 WIB diketuai oleh Ahmad Fajar Inhadl, Lc selaku koordinator BINROH dan 35 orang panitia, dengan 7 diantaranya adalah mahasiswa PPL dari IAIN Kudus berjalan dengan lancar.

Kegiatan kurban tahun ini ada terbilang “unik”, pasalnya 1 ekor sapi yang disembelih berasal dari 7 donatur yang kesemuanya mengikuti tabungan kurban. Unik, karena 4 diantaranya merupakan staf pelaksana bukan dari dokter spesialis atau dokter umum. Mereka menabung sebagian rizkinya untuk berkurban selama 12 bulan lamanya. Menurut Ahmad Fajar Inhadl, Lc “Pada dasarnya semua akan mampu berkurban jika direncanakan dengan baik. Jadi jangan hanya berdoa “Semoga dimampukan oleh Allah”. Tetapi perlu juga diimbangi dengan konsep yang baik agar dimampukan. Bagi kami di BINROH, dakwah itu bukan hanya ajakan tetapi juga menyajikan konsep kepada objek dakwah agar ibadah mereka terasa ringan dan mudah.

Hal menarik lainnya, yang menembah “keseruan” kegiatan kurban tahun ini adalah peran aktif Mahasiswa PPL dari IAIN Kudus yang mengaku sangat senang terlibat dalam kegiatan tersebut. Alfian ketua PPL mengungkapkan “Kami sangat senang dilibatkan dalam acara kurban hari ini, kami ikut memotong dan membagikan daging kurban ke seluruh masyarakat yang ada disekitar rumah sakit. saya dan teman-teman juga merasakan kehangatan dan kebersamaan serta gotong royong yang luar biasa. Selain itu banyak ilmu yang kami dapat salah satunya tentang program tabungan kurban.”

Share This :
  • 16
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *